Parepare Lagi, PSM Makassar Lagi (Catatan Liburan Sekolah Hari 0)
![]() |
| Saat hendak menyanyikan anthem PSM, Berjuanglah PSM Ku |
Apes. Ban motor bocor lagi di perjalanan. Padahal belum juga cukup 10 menit berkendara saat kuganti anginnya tadi di Kabere. Yang tak diinginkan pun terjadi. Ban bocor saat akan masuk ke wilayah Malimpung, Kabupaten Pinrang.
Apes. Liburan sekolah hari 0 ini apes kedua kalinya. PSM kalah lagi. Skornya 0-1. Bobol saat pantat belum panas duduk. Menit ke 2 David Da Silva membobol gawang yang dijaga Hilmansyah.
Apes. Harusnya PSM bisa mendapatkan pinalti menjelang pertandingan berakhir. Ketika Rizky Eka Pratama dijatuhkan oleh pemain Malut United FC. Saya kurang tau persis nama pemainnya. Wasit pun sebenarnya sudah meniup peluit dan mengganjar sang pelaku kartu kuning.
Apes. Keputusan wasit dianulir karena adanya VAR. Alhasil kalah di kandang. Sekaligus kekalahan perdana untuk Coach Jurgen Klop KW (Tomas Trucha). Malut United semakin nyaman di papan atas. PSM mulai turun lagi. Padahal sebenarnya permainan PSM tidak buruk amat. Memang agak beda sih dengan 3 laga awal.
Apes. Sudah 2 kali saya berkunjung langsung ke Gelora BJ Habibie musim ini, keduanya tidak dengan hasil positif. Sebelumnya saat melawan PSIM Yogyakarta, tak ada gol yang tercipta. Kali ini gol di menit awal membuat PSM keok dan tak mampu cetak gol sebijipun.
Kebetulan. Setelah sebelumnya apes, maka kali ini kebetulan. Cuaca yang diperkirakan akan turun hujan, nyatanya tidak terjadi. Padahal saya perhatikan sudah banyak diantara dua ribuan lebih penonton yang hadir sudah mempersiapkan jas hujan di kantong masing-masing. Nyatanya tidak terjadi turun hujan.
Kebetulan. Di samping saya, ada satu orang bapak-bapak yang sudah lumayan berumur, masih setia duduk langsung di tribun mendukung PSM. Kemudian disampingnya lagi ada satu lagi anak muda. Jika diamah lebih seksama, keduanya adalah anak dan bapak.
Yang membuat kebetulan berikutnya adalah, jika diamati lebih lanjut, anak dan bapak ini termasuk penggemar berat sepakbola. Utamanya sang anak, dia banyak sekali pengetahuan soal PSM. Padahal jika dicermati logat saat dia berbicara bukan dari Sulawesi Selatan. Pada banyak momen ia banyak mengkritik kinerja do kinerja pemain di lapangan.
Kebetulan. Rasanya inilah yang paling kebetulan. Sekitar pukul 15:00, saya melihat postingan dari Ibu Nurhikmah di instagram stories berada di Stadion Gelora BJ Habibie. Tempat yang akan saya tuju juga. Segera saya balas otw. Hingga kami ketemu usai pertandingan.
Kebetulan sekali karena ini tidak pernah terencana kami akan ketemu di Parepare. Kebetulan lagi, juga ada suaminya. Alhasil setelah pertandingan kami sejenak berbincang. Sambil menunggu kendaraan mulai lowong.
Liburan hari 0 ini bisa dibilang apes sekaligus kebetulan. Ada yang direncanakan dan ada yang tidak direncanakan. Saya cuma berharap semoga liburan kali ini bisa produktif dan menyenangkan. PSM Makassar semoga kembali ke jalur kemenangan. Setuju?
Parepare, 21 Desember 2025.

Post a Comment for "Parepare Lagi, PSM Makassar Lagi (Catatan Liburan Sekolah Hari 0) "