Urut, Cabut Rumput, dan Perbincangan Terlama Sepanjang Sejarah (Catatan Libur Sekolah Hari 2)
Tertunda sekian pekan, akhirnya baru bisa membawa Mama lagi ke tempat urut langganan. Sudah beberapa bulan terakhir kami rutin kesana. Berharap bisa segera sembuh. Tempatnya di Kalosi.
Pada momen libur kali ini harus bisa dimanfaatkan untuk merawat Mama yang sedang berjuang dalam penyembuhan penyakitnya. Merawat orang tua adalah kewajiban yang tidak ada tawar menawarnya. Mutlak harus dilakukan oleh seorang anak yang bertanggung jawab.
Lalu aktivitas lainnya adalah pada sore hari, membantu Bapak mencabut rumput tanaman yang semakin besar. Sehingga dalam mencabut harus menggunakan pisau cutter. Agar akar tanaman tidak terganggu saat mencabut rumput.
![]() |
| Sedang mencabut rumput. Difoto oleh Abdul Rahmat, a.k.a Meddon |
Malam kami banyak berbincang tentang aktivitas di sekolah. Lebih khususnya kegiatan pengelolaan kinerja yang memang jadi agenda rutin menjelang pergantian tahun. Banyak juga candaan dan callaan yang diselipkan dalam perbincangan. Rasanya itulah bumbu yang terasa kurang jika tersedia.
Perbincangan bahkan salah satu yang paling lama yang pernah saya lakukan. Lebih dari 2 jam berlangsung dan saya yakin lebih dari setengahnya berisi candaan dan callaan. Tapi itu tidak berarti mengurangi esensi pembahasan. Pokok bahasan beres, candaan beres, silaturahmi jalan terus.
Toke, 23 Desember 2025

Post a Comment for "Urut, Cabut Rumput, dan Perbincangan Terlama Sepanjang Sejarah (Catatan Libur Sekolah Hari 2) "