Catatan Ketiga Puluh Satu Sekolah
Kabar begitu mengagetkan ketika Edy, seorang alumni datang ke sekolah memberi kabar. Ketika itu jam masih menunjukkan pukul 07:30 pagi. Ia datang dengan mengendarai sepeda motor memberi kabar bahwa pelaksanaan KSN (Kompetisi Sains Nasional) diundur pelaksanaannya untuk waktu yang akan ditentukan kemudian.
Kami kaget karena penyampaiannya begitu mendadak. Kami sebenarnya sudah bersiap berangkat ke ibukota kecamatan karena di sekolah (desa) tidak ada akses internet. Sehingga untuk bisa berpartisipasi harus mendapatkan akses internet. Edy mendapat informasi dari Pak Sahril yang juga diperoleh dari Pak Kahfi.
Seketika itu saya segera mengambil handphone menuju musalla sekolah karena disana ada satu jendela yang terdapat jaringan meski hanya untuk menelpon dan sms. Beberapa nomor saya hubungi yang pertama tentu sang pemberi info namun ia juga tidak aktif karena tempat tinggalnya juga tidak memiliki jaringan yang baik. Selanjutnya saya menghubungi Pak Kahfi, seorang rekan di sekolah. Saya yakin ia sudah mendapatkan informasi ini mengingat ia masih bisa terkoneksi internet. Benar saja ternyata informasi berasal dari dia.
Saya kemudian menghubungi rekan di sekolah lain namun tidak ada yang mengangkat. Setelahnya saya menghubungi Ibu Riska, saya yakin ia juga memiliki info yang bisa dibagi kepada kami yang sedang berada di sekolah. Saya mencoba menghubungi setidaknya dianorang untuk memastikan dan meyakinkan para siswa yang juga sudah mendengar informasi yang dibawa oleh Edy tersebut. Ia mengangkat telepon dan membenarkan hal yang sama dengan Pak Kahfi.
Setelah semuanya valid saya ke kantor memberitahukan Pak Sukri karena ketika Edy datang ia sedang mandi dan juga Deden, seorang alumni yang juga memiliki adik yang juga menjadi peserta KSN mewakili sekolah. Ia sedari tadi menunggu untuk berangkat bersama. Semua menjadi batal. Deden pulang dan kami melanjutkan tugas dan kewajiban kami.
Setelah jam sekolah selesai kami menuju Botto Barru. Disana ada titik jaringan. Persisnya berada di sebuah perumahan yang merupakan program dari Dinas Sosial yang menurut informasi yang kudengar dari beberapa teman bahwa perumahan ini dibangun sekitar tahun 2013 lalu. Namun tidak terawat dan tak berpenghuni. Ada banyak rumah yang dibangun kini dibiarkan rusak begitu saja. Kebetulan di rumah yang tepat berada di pinggir jalan ada titik jaringan internet.
Kami mengakses internet untuk mencari informasi mengenaik KSN dan informasi lainnya karena sudah dua hari kami tidak bisa mengaksesnya. Singkat cerita kami pulang dan diperjalanan kami mendapatkan bunga yang diduga mirip janda robek dan janda bolong yang lagi viral itu.
Post a Comment for "Catatan Ketiga Puluh Satu Sekolah"