Ubi goreng
Dingin sekali malam ini. Angin berhembus masih kencang saat jam menunjukkan pukul 20:16 Wita. Menusuk pakaian yang tipis kugunakan. Pemandangan disini cukup indah. Berupa lampu-lampu rumah warga yang mengelilingi jalan raya dan sepanjang pegunungan yang kini jadi pemukiman. Topografi Enrekang memang berada di dataran tinggi. Tak heran jika pola pemukiman bisa terletak di bukit-bukit.
Nginap di kebun adalah tradisi yang masih kami jalankan saat ini. Tentunya dengan maksud yang beragam pula. Tapi yang paling banyak masih karena pekerjaan. Sebagian masih sering nginap jika ada pekerjaan yang masih bisa dikerjakan di malam hari. Olehnya itu tak jarang nginap biasa dilakukan beberapa hari bahkan berminggu minggu. Apalagi jika musim tanam tengah berlangsung. Akan semakin ramai pulalah kebun.
Kali ini saya nginap bukan karena pekerjaan tapi karena rencananya kami mau menggoreng ubi jalar. Kami telah merencanakan ini beberapa hari yang lalu tapi tertunda karena hujan yang turun. Alhamdulillah. Berkah bagi petani yang akan memulai musim tanam bawang merah. Ubi goreng ini tak lengkap tanpa adanya sambal yang kami menyebutnya pecok-pecok. Terbuat dari bawang merah, tomat, garam, dan sedikit gula. Ada juga yang menambahkan terasi. Nikmat benar. Tapi satu hal yang perlu diketahui bahwa segala jenis makanan jika dimakan di kebun pasti nikmat. Bahkan dengan makanan seadanya seperti ubi goreng ini. Tidak percaya??? Silahkan dicoba.
Kawewe, 27 November 2018
Post a Comment for "Ubi goreng"